Loading...
DHASAM.co id - Simalungun
Pengerjaan rehabilitasi jaringan irigasi yang tidak sesuai spesifikasi teknis mengindikasikan adanya proyek dengan pengerjaan buruk dan tidak memenuhi kontrak, hingga menyebabkan kerusakan dan merugikan keuangan negara.
Beberapa contoh diantaranya yang terjadi pada proyek di D.I Sei Ular yang diduga telah merugikan negara hingga Rp.79 miliar.
Sedangkan kasus dilakukannya pembongkaran proyek karena tidak sesuai standard teknis, diantaranya terjadi di kota Pekalongan. Saluran irigasi Asem Binatur 1 kiri yang tidak sesuai spek itu harus dibongkar setelah diketahui dibuat asal jadi.
Pekerjaan yang asal jadi terdapat juga di Kerasaan, kabupaten Simalungun. Proyek irigasi dinilai dikerjakan asal jadi, dan pihak kontraktor tidak bisa memberikan tanggapan jelas. Kualitas pengerjaan yang buruk dan tidak sesuai spek merusak fungsi jaringan irigasi yang seharusnya bertujuan untuk meningkatkan fungsi pelayanan irigasi, luas areal tanam dan produksi pertanian.
Banyaknya kasus bangunan rehabilitasi jaringan irigasi yang sudah masuk keranah hukum karena pengerjaannya tidak sesuai spesifikasi teknis, sepertinya tidak menjadi perhatian bagi perusahaan pemenang tender proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI. Timuran Raya, di kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, kabupaten simalungun. Proyek rehabilitasi jaringan irigasi senilai Rp. 983.361.000. itu terkesan dikerjakan asal jadi dan diduga tidak sesuai spek.
Pemilik CV. Harmoni Tree Stars yang berkantor di jalan Sisingamangaraja no. 141, Kelurahan Pasar Porsea, kecamatan pasar porsea, kabupaten Toba itu seperti tidak serius dan tidak menguasai teknis pembuatan jaringan irigasi agar berkualitas dan tahan lama.
Amatan media ini dilokasi pada, Senin (17/11/2025), terlihat pengerjaan proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang kabupaten simalungun tahun anggaran 2025 senilai satu milyar itu, seperti proyek abal - abal dan tidak berkualitas. Pembuatan saluran pasir sepanjang lebih kurang 40 meter seperti tidak menggunakan pondasi. Campuran material semen dan pasir tampak seperti tidak berimbang saat dilakukan pengadukan secara manual oleh pekerja.
Selain pengerjaan dinding jaringan irigasi diduga tidak menggunakan pondasi, material batu Padas yang digunakan juga seperti muda dan rapuh.
" Warna pasir gak berubah tetap aja putih, padahal udah dicampur semen dan diaduk pakai sekop, nampak kali gak berimbang campurannya," ungkap warga yang turut dilokasi.
Warga menilai bahwa proyek jaringan irigasi yang dilaksanakan oleh CV. Harmoni Tree Stars tersebut dikerjakan seperti asal jadi dan hasilnya tidak berkualitas.
" Pihak CV. Harmoni Tree Stars seperti tidak menguasai teknik pengerjaan rehabilitasi jaringan irigasi, terkesan cuma cari untung namun tidak mampu membuat bangunan berkualitas. Sedangkan dinas PUTR simalungun sepertinya tidak menempatkan pengawasan di lokasi bangunan," ungkap warga yang enggan dituliskan namanya itu.
Hingga disampaikannya rilis berita ini diatas meja Redaksi Dhasam.co id, Kepala Dinas PUTR simalungun, Hotbinson Damanik belum dapat dikonfirmasi, terkait dugaan pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi DI. raya timuran terkesan asal jadi.
(Dharma Samosir)